Membangun Komunitas

November 16, 2013 at 2:51 pm

Membangun sebuah komunitas (sanggha) seperti menanam bunga matahari. Kita mencari kondisi-kondisi yang bisa menyokong pertumbuhan bunga dan kondisi apa saja yang bisa menghambat pertumbuhannya. Kita membutuhkan bibit-bibit yang sehat, tukang kebun yang terampil, dan banyak sinar matahari serta lahan. Saat kita mulai bekerja dalam pembangunan komunitas, hal yang paling penting untuk diingat adalah bahwa kita sedang melakukannya bersama-sama.

Semakin kita bersatu dalam komunitas, kita juga mulai merasakan bahwa keegoisan semakin mengecil. Kita bisa relaks mulai menaruh kepercayaan pada kebijaksanaan dan wawasan kolektif komunitas. Kita dapat melihat dengan jelas bahwa mata dan tangan-tangan serta hati komunitas lebih besar daripada individu.

Kita punya kesempatan untuk membantu membangun komunitas setiap saat, dengan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan komunitas dan menyumbangkan tenaga serta wawasan-wawasan kita. Untuk menopang latihan kita sendiri bilamana kita meninggalkan pusat pelatihan, kita perlu mengetahui bagaimana membangun sebuah komunitas. Mari kita aktif dalam menjalin hubungan persaudaraan dengan mereka yang ada di sekitar kita. Bilamana kita menyadari sifat sejati kita yakni saling kebergantungan (interbeing), secara alami kita menjalin hubungan persahabatan dengan orang lain dengan berbagi latihan kita dan meminta dukungan serta bimbingan dari sesamanya.

Thay mengajarkan kita agar penuh semangat dalam latihan hidup berkesadaran. Masa lalu telah berakhir dan masa depan tidak pasti, hanya masa sekarang ini yang merupakan keajaiban hidup. Hidup dalam suasana ini, kita sudah menjadi anggota yang berharga dari komunitas. Kita akan terampil bekerja dalam proses yang terus-menerus dalam membangun sebuah tempat berlindung bagi banyak orang.

Thay mendorong kita semua untuk menjadi pendiri komunitas, mengikuti jejak Buddha, beliau seorang pendiri komunitas yang hebat. Bila kita dapat hidup dan berlatih dalam kerukunan di dalam komunitas kecil, maka kita bisa berbagi kerukunan ini dengan komunitas yang lebih besar, keluarga dan teman-teman kita, kerabat kerja dan para sesama praktisi. Bilamana ada sukacita dalam praktik pembangunan komunitas latihan, maka kita tahu cara yang kita lakukan sudah tepat.